Sementara dilansir dari detik.com pengacara Awiluddin membantah kabar yang beredar tersebut.
“Kalau di dalam Rutan setengah mati untuk pakai HP. Jadi mungkin HP-nya itu dipakai keluarganya atau siapa. Nantilah saya konfirmasi,” ujar pengacara Awiluddin, Muhtadin kepada detikSulsel, Selasa (27/1/2026).
Kecurigaan Awiluddin kabur lantaran aturan di dalam Rutan sangat ketat terhadap penggunaan alat komunikasi. Muhtadin mengaku belum mendengar informasi pasti mengenai kabar kliennya yang diduga sudah tidak berada di sel tahanan.
Pihak Rutan Kelas IIB Selayar turut angkat bicara mengenai Awiluddin yang diduga kabur. Pihak rutan menegaskan kabar kaburnya sang legislator hanyalah kesalahpahaman.
“Pak Awiluddin tidak pernah ke mana-mana. Nggak pernah ke mana-mana. Sampai kemarin juga ada besukannya tiga orang, temannya,” terang Plh Kepala Rutan Selayar, Andi Fitri saat dikonfirmasi terpisah.
Andi Fitri menjamin Awiluddin masih menjalani masa hukumannya di dalam sel sesuai aturan. Dia juga mengklarifikasi terkait isu penggunaan ponsel yang menjadi pemicu munculnya dugaan kabur tersebut.
“Pak Awil selama masuk di Rutan ini tidak pernah lagi melewati pintu pertama Rutan. Jadi mungkin barangkali ada kesalahpahaman kalau dibilang Pak Awil itu melarikan diri atau keluar Rutan,” terangnya. (#*#)
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
