Jusuf Kalla Prihatin Konflik Timur Tengah, Ingatkan Dampak Ekonomi bagi Indonesia

oleh -
oleh

Selain itu, Jusuf Kalla menilai konflik di Timur Tengah bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi dunia Islam saat ini. Ia menyebut sejumlah negara seperti Afghanistan, Pakistan, Suriah, Yaman, dan negara lain masih dilanda konflik berkepanjangan. Dalam konteks itu, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk bersyukur karena kondisi dalam negeri relatif stabil.

“Kita bersyukur Indonesia aman dibandingkan banyak negara Islam lain. Karena itu harus kita jaga, jangan sampai terjadi konflik di antara kita,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah untuk terus menjaga keadilan dan keseimbangan dalam kebijakan agar tidak memicu gejolak sosial di dalam negeri. Menurutnya, ketidakadilan dan ketimpangan dapat menjadi sumber masalah dalam sebuah bangsa.

Terkait dampak ekonomi, Jusuf Kalla memperkirakan konflik Timur Tengah akan berpengaruh langsung terhadap Indonesia, terutama pada sektor energi dan perdagangan.

“Pertama tentu harga akan naik. Logistik antara Timur Tengah dan Indonesia bisa terputus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indonesia masih bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah. Jika pasokan terganggu, dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan bahan bakar dalam beberapa minggu ke depan. Menurutnya, rata-rata cadangan energi nasional hanya mencukupi sekitar tiga minggu.

Selain sektor energi, ekspor Indonesia ke Eropa juga berpotensi terganggu akibat meningkatnya ketidakpastian global. Gangguan jalur perdagangan dan meningkatnya ketegangan keamanan dinilai dapat memperlambat arus distribusi barang.

Jusuf Kalla berharap konflik tersebut tidak berlangsung lama dan dapat segera diselesaikan melalui jalur diplomasi.

“Mudah-mudahan cepat selesai,” katanya menutup pernyataan.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses