Antara Potensi dan Tantangan Kinerja OPD Mengelola Wisata Selayar

oleh -
Ilustrasi. Sumber gambar YouTube: Saung Keramba Preto Kota Bekasi

Pertama, belum optimalnya integrasi lintas sektor. Pariwisata masih berjalan secara sektoral tanpa keterhubungan yang kuat dengan sektor lainnya seperti dinas perikanan, pertanian, dinas perhubungan dan ekonomi masyarakat.

Akibatnya, potensi berbasis masyarakat seperti aktivitas keramba dan kampung nelayan belum masuk dalam arus utama pengembangan pariwisata.

Kedua, pendekatan program masih didominasi oleh kegiatan seremonial dan event. Meskipun hal tersebut penting dalam promosi daerah, pendekatan ini belum cukup untuk menciptakan dampak ekonomi langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

Ketiga, peran OPD pariwisata masih cenderung berada pada posisi pelaksana kegiatan, bukan sebagai pengarah kebijakan dan penghubung ekosistem pariwisata.

Potensi Wisata Nelayan yang Belum Tergarap.

“Salah satu potensi yang dinilai belum tersentuh secara maksimal adalah wisata berbasis kehidupan nelayan, khususnya keramba di Kampung Nelayan Padang, Desa Bontosunggu,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Aktivitas karamba di wilayah ini merupakan bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat yang berjalan setiap hari. Aktivitas tersebut memiliki unsur:

– interaksi sosial masyarakat pesisir

– proses budidaya ikan

– serta pengalaman kehidupan maritim yang autentik.

Dalam perspektif pariwisata modern, kondisi ini sangat relevan dengan konsep wisata berbasis pengalaman, di mana wisatawan tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung aktivitas lokal. Namun hingga saat ini, potensi tersebut belum dikemas secara sistematis menjadi produk wisata.

Perlu Sentuhan Kreativitas dan Digitalisasi

Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar dinilai sudah saatnya mulai melirik potensi wisata riil berbasis laut dan kehidupan masyarakat, seperti keramba di Kampung Nelayan Padang.

Untuk mengembangkan potensi tersebut, diperlukan pendekatan baru yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kreativitas dan digitalisasi pariwisata, antara lain:

– Pengemasan narasi budaya dan pengalaman nelayan

– Pengembangan konten digital dan promosi media sosial

– Storytelling destinasi berbasis kehidupan masyarakat

– Serta desain pengalaman wisata yang sederhana namun bermakna

Dengan pendekatan tersebut, aktivitas keramba tidak lagi sekadar menjadi sektor perikanan, tetapi dapat berubah menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang bernilai tambah.

Peran Check Point yang belum terintegrasi

selain itu, infrastruktur seperti check point yang selama ini lebih banyak berfungsi sebagai simpul aktivitas transportasi laut dan distribusi hasil perikanan, juga belum diintegrasikan ke dalam sistem pariwisata daerah.

Padahal, dengan penataan dan desain yang tepat, check point dapat menjadi:

– titik akses wisata pesisir

– ruang informasi wisata

– serta pintu masuk ke destinasi keramba dan kampung nelayan

Dalam upaya menggali informasi, sempat melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, menanyakan apakah selama ini ada pembahasan terkait wisata keramba di Kampung Nelayan Padang. Dalam komunikasi tersebut tidak diperoleh tanggapan yang menjelaskan hal dimaksud.

Hal ini secara tidak langsung memperkuat kesan bahwa isu wisata berbasis nelayan belum menjadi perhatian utama dalam kebijakan pariwisata daerah selama ini.

Ivan mengatakan, Selayar tidak kekurangan potensi. Dari laut yang luas, kehidupan nelayan yang aktif, hingga sistem keramba yang hidup, semua sudah tersedia sebagai modal dasar pengembangan pariwisata.

Namun tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi kebijakan yang terarah, terintegrasi, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Diperlukan perubahan pendekatan dari sekadar kegiatan seremonial menuju pengembangan pariwisata berbasis kehidupan masyarakat. Dengan demikian, Selayar tidak hanya dikenal sebagai daerah wisata secara formal, tetapi benar-benar menjadi ruang hidup pariwisata yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses