Mengenakan Pakaian Adat Bugis, Putra Wajo Menggelar Pernikahan di Amerika

oleh -
Putra Wajo, kelahiran Makassar ini menggelar pernikahannya dengan konsep adat Bugis Makassar.

Sidrap, MitraSulawesi.id– Bukankah hal yang unik menggelar prosesi pernikahan adat daerah di luar negeri ?

Hal itu terjadi di Amerika. Putra Wajo, kelahiran Makassar ini menggelar pernikahannya dengan konsep adat Bugis Makassar.

Ia bernama Muhammad Kadafi Bakrie yang telah 10 tahun menetap di Amerika. Sebelumnya kuliah di Boston dan akhirnya kerja di perusahaan IT di Manhattan, New York.

Pernikahan itu berlangsung pada Sabtu, (4/9/2021) lalu di rumah Sekretaris Badan Pengurus Luar Negeri (BPLN) Kerukunan Keluarga Sulsel (KKSS) New York sekaligus Notaris di New York asal Makassar, Siti Hajar, 31 Arthur Street Baldwin, New York.

Panitia Acara Pernikahan Kadafi Bakrie yang juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal di BPP KKSS di Jakarta, Muhammad Saleh Mude mengatakan, Kadafi menikahi seorang wanita pilihan Ibunya Sitti Fatimah yang bernama Flouriza Nabila Yosh.

Dijelaskannya, Flouriza merupakan seorang dokter gigi dari Bekasi Jawa Barat, putri dari Yoshadi Fakhruddin berdarah Padang. Kadafi bertemu dengan Flouriza dua hari sebelum pernikahannya.

“Ini jodoh unik, Kadafi Bakrie ketemu fisik pertama kali dengan Flouriza ketika tiba di Bandara John F Kennedy New York, 2 September, 2 hari sebelum pernikahan mereka,” katanya mengutip Fajar.co.id, Selasa, (7/9/2021).

Saleh menerangkan, prosesi akad nikahnya sesuai syariah Islam, mahar yang disebutkan seperangkat perlengkapan salat dan cincin emas, tidak disebutkan mahar rupiahnya.

“Total uang yang dikeluarkan tidak disebutkan. Yang pasti tentu puluhan juta atau ratusan rupiah,” jelas Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Keluarga Bugis Sidenreng Rappang di Jakarta tersebut.

Kedua orang tua Kadafi Bakrie datang ke New York dan Flouriza bersama ayahnya. Karena ibu Flouriza yakni Eliza, wafat tahun lalu di Jakarta karena sakit.

“Ibunya Kadafi Bakrie berprofesi Indo Botting (Perias Pengantin) di Kota Makassar. Bawa perlengkapan laminan dan baju adat plus berbagai atribut dan aksesoris pengantin Bugis Makassar ke New York 2 Minggu sebelum mereka tiba di New York,” ujarnya.

Dalam prosesi tersebut, pengantin diiring keliling sekitar rumah Siti Hajar.

“Kebetulan di belakang rumah Ibu Siti Hajar, yang menjadi tuan rumah, ada sungai dan punya speed boat, makanya pengantin diarak keliling ke aliran sungai hingga laut lepas,” sambungnya.

Masyarakat disana pun mengaku menyukai Budaya Bugis Makassar dan ikut berpakaian adat Bugis Makassar. Hadir pejabat perwakilan Indonesia, Konsulat Jenderal RI untuk New York. (Hk)