Ini Harapan Ketua LVRI dan PPM Gowa di HUT LVRI ke-65

oleh -

Gowa,Mitrasulawesi.id– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Legion Veteran Republik Indonesia (LVRI) ke-65, yang berlangsung hikmat di Sekertariat LVRI Gowa, Jl. Baso Daeng Erang No.4 Kelurahan Sungguminasa Kecamatan Somba Opu, Senin (3/1).

Perayaan HUT dirangkaikan dengan pembacaan Doa, dan ucapan selamat hari jadi di ikuti Pengurus Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Gowa.

Hamza Rivai sebagai ketua LVRI dan juga pensiunan TNI pangkat Kapten, menuturkan bahwa perayaan HUT ini menjadi sebuah simbol perhatian anak cucu Vetran terhadap momentum sejarah yang ada di Indonesia.

Baca Juga:  Masyarakat Padalloang Temukan Mayat di Rumah Kebun

” Kegiatan ini sebagai bentuk pengingatan sejarah yang pernah terjadi, dimana para Veteran Indonesia berjuang melawan penjajah dimasa lampau,” salutnya sambil mengenang.

Bukan hanya itu ketua LVRI yang di angkat baru beberapa bulan ini mengharap, para generasi selanjutnya dapat mengenang perjuangan orang terdahulu.

“Kami harap para generasi saat ini dapat juga mengingat jasa para pejuang pejuang sebelumnya, karena saat ini generasi muda tinggal menikmati hasil perjuangan yang telah dilakukan,” tuturnya.

Baca Juga:  Bawaslu Sulsel Gelar Rakor, Bawaslu Sidrap : Rakor Seperti Ini Sesering Mungkinlah Dilakukan

Sementara itu Abdul Rasyid Coa Daeng Gappa sebagai ketua PPM Gowa mengharap momentum kali ini, dapat menjadi pemersatu antara LVRI dan PPM untuk bisa bersinergi dalam membangun dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

” Semoga di tahun ini ajang silaturahmi antara LVRI dan PPM di Gowa dapat terus bersinerji membangun Negeri, khusunya momentum momentum bersejarah yang ada di Indonesia,” cetusnya.

Baca Juga:  Taktik Gerilya OPM Mirip Kelompok Teroris MIT di Poso

Selain itu Daeng Gappa juga mengharap, maraknya manipulasi data anggota LVRI yang tidak sesuai dengan ketentuan, dan pemerintah juga bisa mengingat jasa jasa para pahlawan terdahulu.

“Saat ini begitu gampangnya orang bisa jadi Anggota LVRI, tanpa melihat latar belakang orang tersebut sehingga mencederai Marwah anak Vetran. Selain itu pemerintah juga harus memperhatikan para pahlawan terdahulu, dan bisa diabadikan namanya sebagai jalan sebagai bentuk penghargaan,” tutupnya.(rls/tim)

Tinggalkan Balasan