Rakernas Bakornas Lapmi PB HMI di Bungkus Silaturahmi Lintas Generasi

oleh -

Jakarta,Mitrasulawesi.id– Mantan Direktur Badan Kordinasi Nasional (Bakornas) Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Riski Wahyuni dan Muhammad Shofa As-Syadzili, menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dilaksanakan di Setu Gintung Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Sabtu (15/1).

Riski Wahyuni yang menjabat sebagai Direktur Bakornas tahun 2010-2012, memberikan pengalaman kepada pengurus Bakornas untuk melaksanakan kinerja di bawah kepemimpinan Tafruchul Fuady Absa yang menjabat 2021-2023, yang dibentuk dengan kebersamaan dan Silaturahmi antar generasi.

Baca Juga:  Rumah Warganya Sebagian Teredam, Camat Biringkanaya : Semoga Air Cepat Surut

Wanita yang sering disapa Kiki, sebutkan jadi pengurus Bakornas saat ini harus mengetahui pengorbanan dan kerja keras Pengurus yang harus siap sengsara.

“Pengalaman saya sebagai Direktur untuk membangun Lapmi, itu harus mengalami banyak cobaan salah satunya siap berkorban dan tahan banting,” kata Kiki dihadapan para peserta Rakernas.

Kiki mengharap jika sudah menjadi pengurus, harus siap untuk memajukan lembaga baik dari pola struktural maupun website dan media sosial milik Bakornas Lapmi PB HMI.

Pengurus LAPMI PB HMI, harus berani dan siap untuk mengorbankan kegiatan dan urusan di daerah masing masing.

Baca Juga:  Mayat yang Ditemukan Warga Jampea Diduga ABK Dewi Jaya 2

“Pengurus harus siap survive atau berjuang di Jakarta, baik dalam materialistik dan pikiran demi memperjuangkan kualitas lembaga,” cetusnya.

Kiki yang juga dari HMI Cabang Pontianak, membakar para pengurus harus semangat dalam berjuang, dalam semua keadaan dan ia akan terus membantu dan mensupport seluruh kegiatan LAPMI PB HMI.

“Kehidupan di Jakarta itu sangat berat, jadi perbanyaklah silaturahmi bersama senior senior untuk membangun Lapmi kedepanya,” tutupnya.

Baca Juga:  Mudahkan Pelayanan, RSUD Sultan Gunakan DIPRAKTISKAN Untuk Peserta JKN-KIS

Sementara itu Muhammad Shofa As-Syadzili, mantan Direktur Bakornas 2016-2018, mengharap ada karya kongkrit yang dapat dihasilkan selama kepengurusan yang baru ini.

“Jika memang akan membuat majalah, kirim ke Perpustakaan Nasional agar dapat menjadi arsip, minimal sekali dalam satu tahun,” tutup Shofa yang juga pemilik media Historia.
(Irfan/tim)


Eksplorasi konten lain dari mitra sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.