Warga di Perumnas Antang Makassar Mengungsi Gegara Banjir, Daeng Joe : Pemerintah Harus Selesaikan Masalah Ini

oleh -
Warga perumahan antang block 10 Makassar, Daeng Joe

Makassar, MitraSulawesi.id– Memasuki bulan Februari tahun 2022, tepatnya pada tanggal 22/02/22 oleh sebagian orang merupakan tanggal yang cantik. Hal yang berbeda dirasakan warga perumnas antang blok 10 Kecamatan Manggala, pasalnya tanggal cantik yang disebut banyak orang harus dirasakan warga perumnas antang dengan banjir yang cukup tinggi, sampai dengan ukuran 1 meter atau mencapai di paha orang dewasa.

Deng Joe, salah satu pemuda Kota Makassar yang juga bermukim di daerah tersebut mengatakan, banjir yang melanda Perumnas antang blok 10 merupakan masalah lama yang belum menemukan titik penyelesaian sampai saat ini.

“Ini banjir yang kesekian kalinya diblok 10, dan persoalan banjir ini seakan tidak ada habisnya. Saya sangat merasakan hal ini dikarenakan saya juga merupakan penduduk yg tinggal di blok 10 antang,” ucapnya.

Deng Joe menambahkan, bahwa dirinya sangat perihatin melihat kondisi warga yang harus mengungsi akibat terendam banjir.

“Saya sangat prihatin dengan masyarakat yang rumahnya terendam banjir, yang setiap tahunnya harus terus terendam banjir,” imbuhnya.

Banjir di perumnas antang blok 10 Makassar

Pria yang aktif dibeberapa organisasi kepemudaan tersebut berharap, Pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi banjir yang selalu menimpa blok 10 antang.

“Harapan saya, Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kota Makassar agar duduk bersama untuk menyelesaikan masalah banjir yang tiap tahunnya merendam blok 10 perumnas antang,” Harap Joe.

Tempat pengungsian warga perumnas antang blok 10 Makassar

Lebih jauh, dirinya menegaskan agar masalah banjir di blok 10 perumnas antang bisa cepat terselesaikan.

“Sekali lagi saya sampaikan, kasihan warga blok 10 antang banjir terus. Saya harap bisa cepat terselesaikan masalah banjir ini,” tegasnya berulang kali.

Pada lokasi banjir yang terjadi, titik pengungsian warga berada di Masjid Jabal Nur, Kecamatan Manggala, Kelurahan Manggala RW 11.

Dengan Jumlah pengungsi sebanyak 77 Jiwa, 20 Kepala Keluarga yang terdiri dari 2 orang bayi, 6 orang balita, 4 orang lansia,
1 orang ibu hamil, 15 orang anak anak, dan 49 orang dewasa. Ia juga menjelaskan hal tersebut akan di pastikan dapat bertambah dikarenakan tingginya curah hujan yang tak kunjung reda.(HK/tim)