Kades Bonea “Bukan Raja Jawa Tapi Dapat Prioritas Istimewa”

oleh -
Ilustrasi

Kepala desa Lamantu Taiyeb tersandung kasus yang sama, Alhasil Kepala Desa Lamantu Taiyeb bernasib naas proses hukumnya tidak lama setelah dilakukan penyitaan kerugian keuangan negara langsung digiring ke Rutan Klas IIB Benteng Selayar sejak Senin (12/8/24).

Kedua Kepala desa asal Pasimarannu ini masing masing mengembalikan kerugian keuangan negara, artinya keduanya secara nyata melawan hukum atas terjadinya korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara.

Baca Juga:  Bantu Warga di Tengah Pandemi, Wagub Sulsel Turun Lansung Pastikan Bantuan Bebek

Hal itu juga yang menjadi sorotan mahasiswa di Makassar melakukan demonstrasi depan kantor Kejati Sulsel.

Sumber yang tidak ingin disebut namanya mengatakan kepala desa Bonea mendapat prioritas istimewa.

Analisa sumber berinisial X mengatakan ada dua alasan Alwan Sihadji diberikan perioritas istimewa.

Yang pertama bisa mendulang suara untuk pilkada di wilayahnya.

“Meskipun bukan “raja Jawa” dia masih memegang jabatan kepala desa, dan perlu diperhitungkan istrinya lolos ke parlemen,” ujarnya.

Baca Juga:  Siapkan Posko Karantina, Pemdes dan Babinsa Petronayan Antisipasi Covid-19

Kedua, dilihat dari jumlah hasil pengembalian kerugian negara diduga tidak sepenuhnya. Ada dugaan keras, salah satu senjata pamungkas Alwan Sihadji sehingga mendapat prioritas istimewa.

“Coba kita simak dialog dalam video yang beredar antara pihak Kejati Sulsel dan pihak mahasiswa mengatakan tidak sepenuhnya dikembalikan dan mahasiswa menuntut dugaan aliran dana desa,” ujar sumber X, Minggu, (8/9/24).


Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses