Opini : Konsep Dan Fungsi Manajemen Di Lembaga Pendidikan Islam

oleh -
oleh
Penulis, Andi Fina Mahasiswa STAI DDI Sidrap Prodi PAI

Opini, MitraSulawesi.id– Di dalam ilmu manajemen tidak asing lagi kita mendengar kata manajemen pendidikan Islam. Yaps, sesuai dengan namanya, Ilmu ini bertujuan untuk mengelola lembaga pendidikan Islam berdasarkan tuntunan agama Islam. Manajemen pendidikan Islam juga memiliki ciri yang membedakannya dengan yang lain. Begitu juga dengan fungsinya, ada manfaat tersendiri yang diberikan manajemen pendidikan Islam kepada masyarakat.

Pada konsep umumnya dapat kita ketahui bahwa Manajemen pendidikan terdiri dari dua istilah, yaitu manajemen dan pendidikan. Manajemen dalam bahasa inggris dikenal dengan kata manage yang berarti mengatur, mengurus, melaksanakan dan mengelola (John M. Echols & Hasan Shadily, 2003:372). Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (W.S.J. Poerwadarminata 2007:742).

manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengelolaan atau pengaturan tersebut dilaksanakan oleh seorang manajer (pengatur/ pemimpin berdasarkan urutan menejemen)

Ramayulis mengatakan bahwa pengertiannya sama dengan hakikat menejemen adalah Al-Tadbir yang artinya pengaturan. kata ini merupakan derivasi dari kata dabbara (mengatur) yang banyak terdapat didalam al-qur’an seperti firman Allah SWT dalam Q.S As-sajdah ayat 5

يُدَبِّرُ الْاَمْرَ مِنَ السَّمَاۤءِ اِلَى الْاَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗٓ اَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ

Artinya :
“Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”.

Baca Juga:  Dampak Covid-19 Mengubah Tradisi Lebaran Tahun Ini

Dari isi kandungan ayat diatas dapat diketahui bahwa Allah SWT adalah pengatur alam (meneger). Keteraturan alam raya ini merupakan bukti kebesaran Allah SWT dalam mengelolahnya. Namun Karena manusia yang diciptakan Allah SWT telah dijadikan sebagai khalifah di bumi, maka ia harus mengatur dan mengelolah bumi dengan sebaik-baiknya sebagaimana Allah mengatur alam raya ini.

Selanjutnya, definisi dari pendidikan Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sedangkan pengertian dari Manajemen pendidikan Islam adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara islami dengan cara menyiasati sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif” dan efisien. Makna ini selanjutnya memiliki implikasi-implikasi yang saling terkait dan membentuk kesatuan sistem dalam manajemen pendidikan Islam.

Pengertian manajemen pendidikan Islam juga dijabarkan oleh beberapa pihak, salahsatunya yait Prof Dr Mujamil Qomar, menurut beliau manajemen pendidikan Islam adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara islami. Cara ini dengan menyiasati sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara efektif dan efisien. Beliau juga memaparkan bahwa istilah Islam itu dapat dimaknai sebagai Islam wahyu atau Islam budaya. Islam wahyu meliputi Alquran dan hadist-hadist nabi maupun hadist qudsi. Sementara itu, Islam budaya meliputi ungkapan sahabat, pemahaman ulama, pemahaman cendekiawan muslim dan budaya umat Islam.

Baca Juga:  Pemilu Serentak 2024 : Menggapai Keadilan dan Kebenaran

Dari Pandangan ahli tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa Konsep manajemen pendidikan Islam yaitu fleksibel, efektif, effisien. Tujuan manajemen pendidikan Islam juga dapat kita simpulkan bahwa manajemen merupakan sumber, peralatan ataupun sarana yang ada dalam pendidkan tersebut serta dapat dikelolah sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pendidikan islam secara efektif dan efisien.

Manajemen pendidikan mempunyai fungsi yang terpadu dengan proses pendidikan khususnya dengan pengelolaan proses pembelajaran. Dalam hubungan ini, terdapat beberapa fungsi manajemen pendidikan. Fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan para ahli tidak sama, tergantung pada sudut pendekatan dan pandangan mereka. Jika fungsi manajemen yang dikemukakan para ahli digabungkan maka terdapat beberapa fungsi yaitu forecasting, planning, termasuk budgeting, organizing, acting, staffing, atau assembling, facilitating, directing atau commanding leading, coordinatingtermasuk system, motivating, controlling, reporting.

Untuk memahami lebih jauh tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan, terkhususnya dalam lembaga pendidikan islam, Terdapat dalam buku Kapita Selekta Administrasi Dan Manajemen Pendidikan oleh Husnul Yaqin disebutkan paling tidak ada lima fungsi penting yang harus ada dalam manajemen pendidikan seperti yang kita lihat isyarat-isyaratnya dalam al-Qur’an meliputi:

  1. Planning (perencanaan)
  2. Organizing (pengorganisasian)
  3. Actuating (penggerakan)
  4. Communication (komunikasi)
  5. Controlling (pengawasan)
Baca Juga:  Opini : Buta Politik Dikalangan Pemuda

Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling berkaitan antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen.

Dalam perspektif pendidikan baik di lembaga formal maupun non formal agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat penting dan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu proses pendidikan, karena bagaimanapun juga sekolah merupakan suatu sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik dan tertib. Sekolah tanpa didukung proses manajemen yang baik, bisa jadi hanya akan menghasilkan kesemrawutan lajunya organisasi, yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan pernah tercapai secara optimal.
Dengan demikian, setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan sehingga tercapailah tujuan pendidikan terkhususnya dalam lembaga pendidikan islam.

Penulis
Andi Fina

Tinggalkan Balasan