Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bagi tokoh perdamaian asal Bone ini. Indonesia, kata JK, mempunyai kesempatan besar untuk maju dibanding bangsa-bangsa lain. Indonesia juga memiliki potensi yang bisa dimajukan yang belum dimaksimalkan.
“Karena kita negara agraris tapi kita impor beras. Kita negara kaya sumber daya alam, tapi kita impor energi. Hal itu kita harus ubah dalam memajukan bangsa ini,” beber Ketua Umum PMI ini lagi.
Karena itulah, JK menitipkan tiga hal utama yang bisa dilakukan perguruan tinggi untuk memajukan bangsa Indonesia. Seperti pendidikan dan inovasi di bidang teknologi, pemerintahan yang bersih serta kemajuan dan semangat enterpreneurship di masyarakat Indonesia.
“Tiga hal itu bisa menjadi kunci untuk bisa mengejar ketertinggalan kita menuju negara yang lebih baik dan maju,” kata JK optimis.
Ia mencontohkan China dan Jepang yang menjadi negara maju karena memprioritaskan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pondasi mereka.
“Jadi kalau ingin maju dengan cepat, maka harus menguasai teknologi. Penguasaan teknologi kemudian akan membuka peluang untuk menguasai ekonomi,” pungkasnya. (*)
Eksplorasi konten lain dari Mitra Sulawesi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
